Sabtu, 19 Januari 2013

SEJARAH LAUNDRY KILOAN



SEJAK KAPAN ADA LAUNDRY

Dahulu kala Negara Indonesia terdiri dari banyak kerajaan yang terpisah-pisah dan banyak jumlahnya. Negara kita sering di sebut nusantara karena berada diantara dua samudra dan dua benua, yaitu samudra Pasifik dan Samudra Atlantik. Dan di antara Benua Asia dan Australia. Posisi Nusantara yang berada di antara dua samudra mengakibatkan nusantara memiliki uap air cukup, sehingga curah hujan cukup baik. Di Nusantara di kenal ada dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Di musim hujan ini terdapat banyak air sehingga untuk keperluan laundry tidak ada masalah dari segi ketersediaan air. Namun bagi orang yang mengerjakan laundry ada masalah pada proses menjemurnya. Karena seriungnya cuaca mendung sehingga laundry menjadi lebih lama proses pengeringannya. Namun demikian karena nusantara dilewati katulistiwa, maka sinar matahari tetap cukup untuk menheringkan pakaian yang di laundry.

Sebaliknya, untuk musim kemarau, ketersediaan air berkurang, namun sinar matahari cukup berlimpah. Dengan demikian masalah yang timbul menjadi berbalik, dimana air menjadi lebih sulit akan tetapi pengeringan lebih cepat. Namun keadaan demikian masih bisa untuk menjalankan laundry secara alami.

Cara hidup penduduk nusantara yang agraris, dima apertanian menjadi tulang punggung, penduduk mempunyai cukup waktu untuk merawat pakaiannya sehingga masing-masing bisa menjalankan aktifitas laundry sendiri-sendiri. Bahjkan penduduk seering melaundry bajunya sambil bekerja di sawah dan ladangnya. Sambil mencangkul mereka melakukan laundry dengan cara mencuci bajunya dan menjemurnya di batu dekat sawah mereka. Sering juga di lakukan penjemuran pada jemuran-jemuran yang di buat dekat sawah ladangnhya, jemuran tersebut dari bahan bambu yang tersedia cukup banyak di sekitar lading mereka.

Kadang-kadang penduduk yang memuiliki ternak kerbau, sambil menggembala pakaian yang sudah di cuci di jemur di punggung kerbaunya. Sambil meniup seruling mereka menjalankan aktifitas laundry.

Para anak-anak dalam satu rumah tangga juga sering melakukan laundry baik untuk pakaiannya sendiri maupun laundry untuk pakaian seluruh anggota keluarganya.

Dengan demikian pekerjaan laundry hanyalah merupakan pekerjhaaan sambilan dalam rumah tangga. Anak-anak gadis dahulu sering beramai-ramai ke suangan sekitar rumahnya sambil membawa pakaian untuk di laundry. Sehingga laundry sekaligus menjadi pekerjaan rutin yang dilakukan dengan santai sambil bersosialisasi dengan teman-teman lainnya  yang juga melakukan kegiatan laundry. Mereka bersosialisai sambil laundry. Di mana saat ini sosialisasi banyak di lakukan melalui jejaring social, maka saat dulu laundry juga merupakan alat sosialisasi, jadi laundry sebagai jejaring social.

SEJARAH LAUNDRY INDONESIA

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan yang di bacakan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Bapak Ir. Soekarno. Sejak saat itu kegiatan pembangunan di Indonesia semakin marak. Dengan di bangunannya gedung-gedung, jalan, sekolah, pasar dan segala prasarana, maka kesibukan penduduk menjadi semakin tinggi. Mereka yang telibat dalam pembangunan prasarana tersebut menjadi manusia sibuk yang sering tidak bisa meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan seperti laundry. Maka kemudian penduduk yang sibuk mulai memeerlukan orang lain untuk merawat pakaiannya. Merkea memerlukan orang yang mau melaundry pakaian dan kain-kain lain seperti sprey, sarung bantal, jaket dan sebagainya.
Disinilah jasa laundry diperlukan.

Awalnya di mulai dengan mencari pembantu rumah tangga untuk melakukan kegiatan laundry yang beratnya berkilo-kilo untuk seluruh keluarga.
Sedangkan cara lain yang dilakukan adalah dengan menyerahkan bajunya kepada pihak lain untuk dilkaukan laundry. Dalam perhitungannya seringan di lakukan dengan bijian, namun dalam perkembangannya banyak juga perhitungan laundry yang di lakukan dengan kiloan. Sering disebut laundry kiloan.

Dalam perkembangannya laundry kiloan menjadi cukup terkenal dan di suakia banyak orang. Karena pada laundry kiloan pakaian ditimbang beratnya dan jasa laundry kiloan di bayar berdasarkan berat kilo pakaian tersebut, bukan berdasarkan jumlah pakaiannya. Dimana kalau dihitung jumlah pakaian yang di laundry kiloan menjadi lebih banyak jika di bandingkan dengan laundry secara bijian/satuan. Namun demikian laundry kiloan menggunakan cara melaundry yang berbeda dengan laundry bijian, sehingga ada beberapa orang yang lebih suka dengan laundry satuan. Dalam perkembangannya banyak orang yang memisahkan pakaiannya antara yang ingin di laundry kiloan dan yang lain secara laundry satuan. Dengan b
Gitu baik laundry kiloan maupun laundry satuan cukup bagus tergantungan dengan keperluan akan pakaian yang akan di laundry.

Bagi pengguna jasa laundry kiloan sekarang tersedia banyak layanan di Jakarta, namun demikian pengguna jasa perlu memilih jasa laundry kiloan yang cukup bagus, namun dengan biaya tidak terlau mahal.  Hal ini bisa dilakukan dengan mencoba laundry kiloan yang mudah dihubungi, yang online lebih baik. Coba dahulu beberapa stel pakaian untuk laundry kiloan tersebut, apabila pengguna jasa sudah merasa nyaman bisa dilanjutkan untuk menjadi pelangga laundry kiloan tersebut.

Saat ini sudah terdapat laundry kiloan yang menjalankan usahanya secara online. Sehingga client bisa mengetahui melelui internet dan kemudian menggunakan mobile phone untuk meminta jasa laundry kiloan tersebut. Atau bahkan bisa melalui messenger di jejaring social yang sekarang sedang marak.

Sebelumnya, ketika gadis-gadis mandi di sungai sambil melakukan kegiatan laundry, mereka juga melakukan kegiatan social. Dan sekarang laundry kiloan juga bisa sambil m elakukahn sosialisasi di jejaring social. Hanya medianya saja yang berbeda, dulu di sungai, sekarang online.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar